RAKYAT NEWS, GOWA – Kasus uang palsu di UIN Alauddin makassar sangat kontroversial yang kini dibahas, sebelumnya staf dengan inisial M telah meninggal dunia belum sempat diperiksa hingga kini polisi sedang memburu tiga DPO yang terlibat dalam sindikat tersebut.

Kapolres Gowa, AKBP Reonald TS Simanjuntak, mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang fokus pada penyelidikan terhadap tiga orang buronan (DPO) dalam kasus produksi dan peredaran uang palsu yang melibatkan staf UIN Alauddin Makassar.

Sebelumnya, seorang staf dengan inisial M telah meninggal dunia, namun Reonald menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan mempengaruhi proses penyelidikan.

“M yang bersangkutan sudah meninggal dunia sebelum kami melakukan penyelidikan. Kami tidak bisa melanjutkan pemeriksaan terhadap yang sudah meninggal,” ujar Reonald, Senin 23 Desember 2024.

Menurutnya, penyelidikan saat ini difokuskan pada tiga DPO yang diduga terlibat dalam sindikat uang palsu. Ketiga pelaku tersebut masih dalam pengejaran, dan polisi telah mengajukan surat pencekalan ke imigrasi untuk membatasi pergerakan mereka.

“Kami sudah mengantongi beberapa nama yang terlibat dalam kasus ini dan saat ini fokus kami adalah mengejar tiga buronan yang masih kami cari,” tambahnya.

Reonald juga menegaskan bahwa meskipun staf M yang telah meninggal terlibat dalam kasus ini, hal tersebut tidak akan menghambat proses penyelidikan terhadap tersangka lainnya.

Kepolisian bertekad untuk mengungkap semua pelaku yang terlibat dalam peredaran uang palsu.

Hingga saat ini, kepolisian telah menetapkan 17 tersangka, di antaranya AI, S, dan ASS, yang sudah ditahan. Pihak penyidik tengah mempelajari peran masing-masing pelaku dalam sindikat ini, yang diketahui melakukan transaksi uang palsu dengan perbandingan dua keping palsu untuk setiap satu keping asli.

YouTube player