Tahanan Kasus Demonstrasi Wafat di Rutan Medaeng, Amnesty: Negara Harus Bertanggung Jawab
JAKARTA, RAKYAT NEWS — Amnesty International Indonesia mendesak negara untuk mengusut secara tuntas kematian Alfarisi bin Rikosen (21), seorang pemuda asal Jawa Timur yang meninggal dunia saat menjalani penahanan terkait aksi demonstrasi Agustus 2025.
Alfarisi menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Medaeng, Sidoarjo, pada 30 Desember 2025, ketika proses hukumnya masih berjalan.
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menegaskan bahwa kematian Alfarisi merupakan peringatan serius atas krisis kemanusiaan dalam sistem hukum dan penahanan di Indonesia.
“Alfarisi meninggal dunia dengan status sebagai terdakwa yang belum diputus bersalah oleh pengadilan. Ia berada sepenuhnya dalam penguasaan negara, sehingga kematiannya adalah tanggung jawab negara,” ujar Usman Hamid dalam pernyataan tertulis, Senin (5/1).
Menurut Amnesty, kondisi Alfarisi yang terus memburuk selama masa penahanan menunjukkan adanya pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia. Selama ditahan, berat badan Alfarisi dilaporkan turun drastis hingga 30–40 kilogram dan ia diduga mengalami tekanan psikologis berat.
“Kondisi ini mencerminkan kegagalan negara dalam menjamin hak untuk hidup, hak atas kesehatan, serta hak untuk terbebas dari perlakuan tidak manusiawi, sebagaimana dijamin oleh hukum nasional dan internasional,” kata Usman.
Amnesty juga menyoroti dugaan kelalaian otoritas rutan. Berdasarkan laporan, Alfarisi meninggal dunia akibat dugaan penyakit pernapasan dan sempat mengalami kejang-kejang sebelum wafat, tanpa riwayat penyakit serius sebelumnya.
Hal ini dinilai bertentangan dengan Aturan Nelson Mandela, standar minimum internasional PBB yang mewajibkan negara menyediakan layanan kesehatan fisik dan mental yang layak bagi para tahanan.
Lebih jauh, Amnesty menilai kematian Alfarisi tidak bisa dilepaskan dari konteks yang lebih luas, yakni menguatnya kriminalisasi terhadap kebebasan berekspresi pasca-demonstrasi Agustus 2025.








Tinggalkan Balasan