Babak Baru Perkara No 130 PN Balikpapan: Tergugat Klaim Bukti Kwitansi Penggugat Palsu
RAKYAT NEWS, BALIKPAPAN -Sorotan perkara hukum kali ini datang dari seorang tergugat (Robby Oeilex), yang menilai putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan dipandang keliru, tidak cermat dan tidak profesional dalam memeriksa, mengadili, dan memutus perkara dengan menyatakan atau menetapkan dalam amar putusannya yakni mengabulkan gugatan penggugat Ronny Ratumbuysang. Minggu (1/2/2026)
Menyikapi hal diatas, melalui pengacara tergugat (Robby Oeilex) bernama Burhan Kamma Marausa, SH.,MH saat menyampaikan keterangannya dihadapan wartawan, terkait perkara sertifikat hak guna bangunan (HGB) nomor 508 dan 509 adalah sah dan mengikat menurut hukum atas nama pemilik almarhum Soebiyanto.
Burhan Kamma menjelaskan bahwa tanah beserta bangunan perkara tersebut seluas 75 M2 yang terletak di Kelurahan Baru Ilir, Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan.
Dugaan Indikasi pemalsuan dokumen, menurut Burhan Kamma bahwa dua bukti kwitansi jual beli pada tanggal 3 Juni 2015 terhadap HGB Nomor 508 dan 509 itu kuat dugaan dokumen itu terindikasi palsu, pasalnya tergugat atau pemilik HGB saat itu masih hidup.
Mengingat pada tanggal 30 Agustus 2017 lalu dalam berita acara eksekusi riil dengan Nomor: E.04.2014-106/PDT.G/2007/PN.BPP dimana Pengadilan Negeri Balikpapan saat itu telah melakukan eksekusi terhadap kedua objek sengketa yakni HGB 508 dan 509 dengan putusan ruko tersebut adalah milik sah dari almarhum Soebiyanto, yang tiga tahun kemudian meninggal dunia di tahun 2020, jelas Burhan.
Perkara pun berlanjut ditahun 2025 ini, tergugat (Robby Oeilex) menilai dan banding kepada penggugat yang diduga telah merekayasa dokumen tertanggal 3 Juni tahun 2015 lalu. Karena faktanya, almarhum Soebiyanto pada tahun 2013 telah memberikan kuasa penuh kepada saudaranya lelaki bernama Soediyanto sebagaimana bukti surat T.20 untuk melakukan pengalihan, penjualan, pemindahan dan pengurusan lainnya atas dua ruko atas nama milik sertifikat HGB bernomor 508 dan 509 almarhum Soebiyanto.


Tinggalkan Balasan Batalkan balasan